Gempa yang kemarin mengguncang Pulau Jawa mengakibatkan beberapa rumah kos di Jalan Peta Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, rusak parah. Misalnya, atap tiga kamar rumah kos Kinci mengalami kerusakan hingga 50 persen. “Tiga kamar ini rusak karena tertimpa benteng dari rumah kos sebelah, kosan Casagrande,” jelas Noe, penjaga kosan Kinci kepada Radar, kemarin.
Dia mengatakan saat kejadian mahasiswa yang ngekos sedang tidak ada di tempat. Sehingga, tidak ada korban jiwa. Tak jauh dari kosan Kinci, Mia, salah satu mahasiswi yang ngekos di Wisma Az-Zahra mengalami luka di kepalanya karena tertimpa genting saat keluar wisma untuk menyelamatkan diri. “Saat itu semua penghuni wisma panik dan langsung keluar rumah. Namun saat Mia, Enuy dan Wulan keluar untuk menyelamatkan diri, ada beberapa genting jatuh dan langsung menimpa kepala Mia,” papar Riska, salah satu penghuni wisma Az-Zahra.
Lanjut dia, Mia yang merupakan mahasiswa Unsil semester 5 itu sempat pingsan lalu dibawa ke rumah saudaranya untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
**Bengkel
Selain merusak kosan, gempa berkekuatan 7,3 SR itu merobohkan bangunan lantai dua bengkel bubut & diesel di Jalan Tentara Pelajar. Barang-barang di ruang tamu (televisi, lemari, meja, kursi dan lainnya) ikut rusak karena tertimpa atap bangunan. “Untungnya, tak ada kerusakan di lantai satu. Tidak ada korban jiwa karena saat kejadian tak ada orang di lantai dua,” ujar Lilis, pemilik bengkel tersebut.
**Gedung Mandala
Gedung Mandala Universitas Siliwangi Tasikmalaya juga berantakan akibat gempa. Atapnya ambruk cukup luas. Dinding gedung rektorat dan gedung perkuliahan pun retak. Sedangkan atap gedung Tri Gatra ambruk.
Gempa terjadi saat ribuan mahasiswa baru menjalani kegiatan Program Pengenalan Studi Pendidikan Tinggi (P2SPT). Saat itu, mereka tepat sedang berkumpul di depan gedung Mandala. Sedangkan di dalam gedung masih terdapat empat orang panitia P2SPT yang tengah istirahat.
Asep Mulyadi, panitia P2SPT, mengatakan saat kejadian seluruh mahasiswa panik dan berhamburan dari gedung-gedung di kampus. “Saya saat itu sedang istirahat di dalam gedung Mandala,” ujarnya.
Awalnya, tambah dia, getaran terasa pelan hingga kemudian gempa terasa semakin keras dan meruntuhkan atap gedung Mandala. “Ketiga teman saya yang sama-sama di dalam gedung Mandala sontak berteriak sambil berhamburan keluar,” papar dia.
Menurut Asep, setelah mahasiswa berhasil ditenangkan, panitia segera membubarkan acara P2SPT agar mahasiswa bisa segera kembali ke tempat tinggal masing-masing. Akibat kejadian gempa ini, P2SPT terancam tidak dilanjutkan karena mahasiswa masih resah. (na/rur)
Sabtu, September 05, 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar