Karyawan PT Hini Daiki Diliburkan
TASIK- Isu akan datangnya gempa susulan dengan kekuatan lebih besar dari gempa yang terjadi pada Rabu sore (2/9), membuat warga panik, kemarin. Isu yang muncul lewat pesan singkat (SMS) dan internet.
Isi SMS itu yakni: “Prediksi BMG: ada gempa susulan hari ini (kemarin, red) jam 14.00, 8 skala richter. Hanya untuk waspada bukan untuk menakut-nakuti.”
Sontak, isu tersebut membuat warga panik. Apalagi, didukung oleh pemberitaan sebuah stasiun televisi swasta bahwa warga Jawa Barat diminta waspada terhadap gempa susulan. Saking paniknya, banyak warga yang hendak bepergian, terpaksa diurungkan. Warga pun saling menghubungi untuk memberitahukan masalah kemungkinan munculnya gempa susulan. “Saya langsung hubungi keluarga saya, supaya hati-hati. Karena ketika saya berada di luar rumah ada ribut-ribut akan datang gempa susulan sekitar jam 14.00. Ya, saya khawatir dan panik,” ungkap Rika salah seorang kryawan swasta yang bertemu Radar, kemarin.
Kepanikan serupa terjadi di daerah lain. Bahkan di Cisayong, sekitar 400 karyawan PT Hini Daiki pada pukul 11.45 kemarin terpaksa dibubarkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan benar-benar terjadi. Menurut satpam yang enggan namanya dikorankan, Direktur PT Hini Daiki, Hirokazu Kanagawa Shan menerima informasi bahwa akan terjadi gempa susulan sekitar pukul 13.00 sampai 14.00. Maka dari itu pihaknya mengintruksikan agar seluruh karyawan dipulangkan. “Pagi tadi Bapak Direktur (Hirokazu Kanagawa Shan) menerima informasi akan terjadi gempa lagi, dan para karyawan diberitahukan selepas dzuhur, karena takut terjadi kepanikan. Maka hari ini (kemarin, red) seluruh karyawan bekerja setengah hari. Walaupun besok ada target untuk mengekspor barang, Bapak takut ada karyawan yang jadi korban,” paparnya.
Isu gempa susulan juga beredar di wilayah Garut. Warga yang berada di sepanjang pantai selatan resah dengan adanya kabar itu. Akibatnya, sebagian warga hendak kembali ke rumahnya, kembali ke tempat pengungsian.
Salah seorang warga Jalan Satria Desa Paas Kecamatan Pamengpeuk, Alan (23) menjelaskan akibat adanya isu gempa susulan, warga siap-siap kembali ke pengungsian dan mencari dataran yang lebih tinggi. “Karena warga mendengar gempa susulan besarnya mencapai 8 skala richter, lebih besar dari sebelumnya,” katanya kemarin sore.
Namun hingga kemarin sore, gempa susulan tersebut tidak terjadi. Namun demikian, ada sebagian warga masih tetap bertahan di luar rumah.
BUPATI BERANG
Secara terpisah, Bupati Tasikmalaya Drs H Tatang Farhanul Hakim MPd berang dengan adanya isu gempa susulan tersebut. Bupati menandaskan isu itu tidak benar. “Hingga saat ini saya tidak menerima fatwa dari ahli geologi akan terjadi gempa susulan. Karena itu saya tegaskan ke semua pihak bahwa yang mengisukan gempa susulan adalah teroris,” kata Tatang melalui pesan singkat (SMS) kepada Radar tadi malam.
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Aries Syarif Hidayat MM melalui Kabag Ops Kompol Yono Kusyono mengimbau warga tenang. Menurut Yono, warga jangan percaya isu gempa susulan jika informasi itu bukan dari pejabat berwenang. “Kalau tidak keluar dari mulut petugas yang berwenang, maka jangan dipercaya. Tapi kalau memang masih percaya, maka masyarakat bisa menghubungi ke polisi terdekat. Insya Allah kami akan memberikan jawaban dan informasi yang tepat,” ucap Yono.
Menurut Yono, bisa saja isu itu sengaja dihembuskan agar warga panik dan lupa akan harta bendanya. Lalu dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk menjarah harta warga.
Hal sama diungkapkan Kadishub Garut H Hilman Farid MSi. Hilman meminta warga Garut dan sekitarnya tetap tenang. Karena menurut informasi yang diterimanya dari BMG, kemungkinan terjadinya gempa susulan sangat itu kecil. “Tadi sore saya rapat di setda (Pemkab Garut, red) antara pemerintah dengan BMG. Camat juga hadir. Kemungkinan terjadinya gempa atau tsunami sangat kecil,” paparnya. (tin/sla/dir/dem/ari)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar