Situs jejaring sosial Facebook ramai dengan testimoni tentang gempa Rabu (2/9) siang yang berpusat barat daya Kabupaten Tasikmalaya. Macam-macam komentar dan berita ditulis pengguna Facebook dalam dinding mereka atau dinding teman-temannya.
Dadang Sudardja, misalnya, melaporkan situasi terakhir di beberapa lokasi kejadian gempa dan kebutuhan para korban di lapangan. Kini 5.000 orang mengungsi, 15 rumah terkubur, puluhan orang luka berat.
Kebutuhan di lapangan adalah makanan, obat-obatan dan penerangan. Untuk Kabupaten Cianjur diperlukan alat-alat berat, selimut dan makanan bayi. Karena masih ada sekitar 15 rumah yang tertimbun longsor. Proses evakuasi sedang dan berjalan baru 13 orang yang sudah ditemukan.
Untuk Pangalengan Kabupaten Bandung diperlukan bantuan makanan segera dan makanan bayi setiap titik pengungsi ada 250 warga. “Di perkirakan ada seribuan warga yang memerlukan makan cepat saji dan diesel untuk penerangan (lampu petromak),” tutur Dadang dalam dinding Facebook-nya.
Lain lagi dengan Shahibah Yuliani, mahasiswi pasca-sarjana Universitas Negeri Jakarta yang panik karena gempa. “Lagi kuliah gempa. Yang tadinya pusing lihat dosen ceramah, jadi tambah pusing. Ngeri juga, untung langsung keluar, apalah jadinya jika ada susulan. Naudzubillah,” tuturnya.
Berbagai keprihatinan dan keresahan muncul lewat situs jejaring sosial internet terbesar saat ini tersebut. Facebook jadi semacam penghubung pesan bagi mereka yang memiliki kabar atau sekadar prihatin dengan peristiwa yang luar biasa ini. (rur)
Sabtu, September 05, 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
mantaaaaaaaaaaaaaap
BalasHapus