CIANJUR - Gempa besar berdampak ke wilayah Kabupaten Cianjur. Akibat guncangan hebat di wilayah Cianjur selatan sedikitnya 12 rumah di Kampung Sawah Muncang RT 04/01, tepat di bawah Gunung Hanafi perbatasan Desa Cikangkareng-Desa Cibinong Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur selatan tertimbun longsor akibat getaran tanah dahsyat.
Informasi dihimpun Radar, sebanyak 12 kepala keluarga (KK) dengan puluhan anggota keluarga diduga tertimbun hidup-hidup. Hingga pukul 21:30 sudah 10 orang yang ditemukan tewas dengan mengenaskan dan dua lagi kritis. Warga saat gempa terjadi tengah berada di dalam rumah masing-masing. "Peristiwa longsor terjadi setelah gempa hebat terjadi sekitar pukul 15:00, kami langsung menuju lokasi longsor, tercatat ada 12 rumah yang tertimbun oleh tanah dari atas Gunung Hanafi," kata Kepala Desa Pamoyanan Kecamatan Cibinong, Sulaeman saat dihubungi lewat telepon selularnya, kemarin.
Hingga kini Sulaeman masih belum bisa mencatat identitas para korban karena kondisinya sangat mengkhawatirkan. "Kami baru menemukan beberapa tubuh manusia yang diduga anggota 12 KK," ujarnya sekitar pukul 15:40. Pada saat kejadian banyak anak-anak yang tengah bermain video game di tempat penyewaan play station. "Kata warga ada sebagian anak-anak yang tengah bermain PS diduga tewas," ujar Asep Juanda (37), salah seorang warga Cibinong.
Asep menyebutkan untuk mencapai lokasi harus ditempuh dengan mengendarai roda dua, dengan jalan menanjak dan menurun. Letak perkampungan berada di sebelah barat Gunung Hanafai yang longsor.
Areal yang tertimbun longsor seluas 2 hektar dengan ketinggian tanah mencapai 100 meter. Tidak ada satupun rumah yang terlihat akibat hebatnya longsoran tanah. "Hampir semua korban ditemukan dalam kondisi mengkhawatirkan, bahkan ada bagian tubuh antara kaki dan kepala terpisah," tuturnya.
Sementara itu, gempa selama 5 menit berturut-turut yang mengguncang wilayah Cianjur, hampir dipastikan terdapat kerusakan infrastruktur bangunan akibat guncangan hebat tersebut. Rumah Dinas Asper BKPH Sindangbarang Cianjur selatan dikabarkan ambruk. Diduga bangunan tersebut berdiri dekat pantai Samudera Hindia dimana letak pusat gempa dikabarkan berada di pantai selatan Tasikmalaya. "Saya kebetulan berada di Sindangbarang, satu rumah Dinas Asper BKPH Sindangbarang yang dihuni Pak Edhi Jaya Wiguna ambruk," kata Bagian Humas Perum Perhutani KPH Cianjur Sumarna lewat telepon selulernya saat gempa terjadi.
Selain bangunan dinas, tembok depan sebuah toko di kawasan itu juga ambruk. Sedangkan sebagian genting rumah warga merosot dan penduduk pun berlarian keluar dari rumah mereka. Meski begitu dirinya belum menerima kabar ada korban jiwa dalam gempa tersebut. "Air laut sendiri masih tenang dan tidak ada perubahan. Kami yang tengah melakukan kunjungan kerja sangat terkejut, karena takut ada tsunami," ungkapnya.
Senada diungkapkan, Yana (37) warga Desa Girimukti, Campaka, dua rumah di desa tersebut mengalami retak cukup parah, meski belum bisa menyebutkan jumlah keseluruhan bangunan yang rusak akibat gempa. "Getarannya sangat keras, hingga semua warga keluar rumah," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Muhammad Darojat Ali saat dihubungi membenarkan peristiwa gempa berujung longsor di wilayah Cianjur selatan. Meski belum bisa memastikan berapa jumlah korban meninggal dunia, akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter tersebut.
Kepastian itu diperkuat pula dengan adanya informasi dari aparat kecamatan yang membenarkan dengan peristiwa tersebut. "Kami langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Kami juga akan langsung mengecek ke lapangan," ucap dia saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Pihaknya masih melakukan invetarisasi data kerusakan-kerusakan yang dialami warga, baik bangunan maupun korban jiwa. "Secara keseluruhan, tentunya ini merupakan bencana yang terjadi secara serentak. Kita akan bergerak cepat untuk melakukan inventarisasi data sekaligus memberikan pertolongan kepada warga," imbuhnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Radar, Cianjur Selatan terkena imbas gempa. Di sejumlah kecamatan terjadi kerusakan sarana tempat tinggal. Seperti di Kecamatan Cidaun, Agrabinta, Cibinong, Sindangbarang, Pagelaran, Sukanagara, Naringgul, Cikadu dan Tanggeung. Namun, demikian, Pemkab Cianjur masih belum bisa memastikan berapa rumah yang rusak akibat gempa tersebut.
Pantauan di beberapa ruas jalan dan titik-titik vital, sejumlah warga memilih menyelamatkan diri dengan berlarian keluar saat terjadi gempa. Di RSU Cianjur, pasien ketakutan untuk kembali menempati ruangan karena khawatir terjadi gempa susulan. (nag)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar