Sabtu, September 05, 2009

Dana Tiliunan Siap Digelontorkan

Mensos: Lama di Tenda
tak Baik Bagi Kesehatan


Cikelet – Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah meninjau lokasi pengungsian korban bencana gempa di Lapang Kiarakohok Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet kemarin. Ia menegaskan, semua pengungsi agar tidak berlama-lama di tenda dan kembali ke rumah mereka.

“Jika rumahnya hancur, lebih baik buat tenda darurat di dekat rumah menggunakan terpal. Nanti disediakan pemerintah. Karena berlama-lama ditenda pengungsi tidak baik untuk kesehatan,” katanya kepada para pengungsi. Bachtiar menegaskan, gubernur nantinya akan menentukan kapan warga harus kembali ke rumah masing-masing dan membangun tenda dekat rumah mereka.

Bachtiar datang bersama Menteri Perhubungan Djusman Syafi’i Jamal didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Mereka menumpangi pesawat dan mendarat di Landasan LAPAN Santolo.
Namun warga sempat menolak apa yang disampaikan Bachtiar. Pasalnya masih banyak pengungsi yang trauma khususnya orang tua dan ibu-ibu. Mendengar keberatan warga, Bachtiar menerangkan bahaw pindah ke rumah masing-masing itu tidak sesegera mungkin. Karena pemerintah sendiri tengah mempersiapkan segala kesiapan untuk pemulangan pengungsi.
“Tidak harus secepatnya. Hanya, jika berlama-lama (di tenda) jelas tidak baik bagi kesehatan. Maksimal 2 minggu berada di tenda pengungsian,” jelasnya.
Ketika ditanya jumlah dana yang disiapkan pemerintah pusat untuk menanggulangi bencana ini, Bachtiar menyatakan, pemerintah telah menyediakan pos anggaran untuk penanggulangan gempa.
“Kita belum tahu pasti jumlah dananya, tapi yang pasti jumlahnya triliunan rupiah. Karena ini bencana cukup besar dan perlu dana besar untuk merehabilitasinya,” tegasnya.

Bachtiar juga menegaskan, bantuan dari pemerintah akan disesuaikan dengan ajuan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hingga kini pihaknya masih menunggu data berapa besar kerusakan yang terjadi di Jawa Barat. Karena proses pendataan masih terus berjalan.
“Kita menunggu ajuan dari gubernur. Apa yang dibutuhkan, nanti akan kita sesuaikan dengan dana yang ada,” terang dia.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, dampak gempa ini dirasakan di 11 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Dari data yang dikumpulkan Pemprov Jabar, sekitar 27 ribu rumah yang mengalami kerusakan. 40 persen dari jumlah tersebut adalah rusak parah. (ari)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar