TASIKMALAYA– Sumber daya alam (SDA) pertambangan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini masih belum tergarap secara maksimal. Beberapa pengusaha dan investor yang sempat meninjau ke beberapa lokasi, hingga saat ini belum menyatakan kesiapan menandatangani kontrak eksplorasi bidang pertambangan itu.
Ketua DPRD H Ruzhanul Ulum SE, saat ditemui Radar di ruangannya mengaku belum melihat keseriusan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi bidang pertambangan. “Hingga saat ini saya kira belum ada data yang mendetil tentang kandungan sumber daya alam tambang yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Tak heran jika investor yang datang tidak mendapatkan kepastian. Misalnya jumlah SDA tambang untuk bisa memenuhi eksplorasi berapa tahun, selain itu belum ada sarana penunjang seperti jalan atau dermaga,” jelasnya.
Pemerintah harus mau menganggarkan dana dua kali, yakni untuk penelitian kandungan SDA bahan tambang yang ada. “Jika potensi SDA bahan tambang di Kabupaten Tasikmalaya dapat digali dengan maksimal dan tetap memperhatikan dampak lingkungan, insyaalloh pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten bisa meningkat,” kata Ruzhanul Ulum.
Selama ini legilatif kesulitan menjelaskan kepada para pengusaha dan investor yang berniat berinvestasi di Kabupaten Tasikmalaya. “Selama ini kami hanya bisa mengambarkan Kabupaten Tasikmalaya secara umum. Hal tersebut saya kira belum bisa menjawab keinginan para investor yang menginginkan data yang lebih detil dan spesifik,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, H Michbah melalui Kepala Bidang Pertambangan Taryo Rudiana, membenarkan hingga saat ini belum ada dana yang cukup untuk mengeksplorasi sumber daya alam (SDA) tambang. “Anggaran APBD belum mampu membiayai upaya eksplorasi sumber daya alam pertambangan. Selama ini kami (Distamben, red) belum memiliki data mendetil tentang kandungan SDA tambang. Kami hanya bisa menjelaskan gambaran umumnya saja. Makanya bupati (Drs H Tatang FH, red) akan mengajukan dana bantuan ke pemerintah pusat untuk biaya eksplorasi,” jelasnya.
Lanjut Taryo, jika dana tersebut jadi dicairkan oleh pemerintah pusat, kemungkinan besar proses eksplorasi akan dilakukan LIPI. Karena SDM Distamben masih belum memadai. “Banyak tahapan untuk mengeksplorasi SDA tambang di Tasikmalaya. Selama ini Distamben baru melakukan tahapan pemetaan SDA yang ada. Kemungkinan akan dilakukan LIPI bersama Deptamben pusat,” pungkasnya. (rip)
Kamis, Juni 26, 2008
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar